STOCK TERBATAS !!

Showing posts with label ARTIKEL ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL ISLAMI. Show all posts

Tuesday, February 23, 2016

TEMPAT KEBERADAAN ALLAH


http://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2015/06/26/70/1017310/3-kaum-cerdik-pandai-yang-dimusnahkan-allah-v0z.jpg

1Doyannonton - Kali Ini kita akan membahas dimanakah Allah Berada ?

Ahmad Fikri Nabil
Unhasy Tebuireng 
Jombang

TEMPAT KEBERADAAN ALLAH MENURUT EMPAT MADZHAB


Sikap Keras Abu Hanifah[1] Terhadap Orang Yang Tidak Tahu Di Manakah Allah

Imam Abu Hanifah mengatakan dalam Fiqhul Akbar,
من انكر ان الله تعالى في السماء فقد كفر
“Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah di atas langit, maka ia kafir.”[2]
Dari Abu Muthi’ Al Hakam bin Abdillah Al Balkhiy -pemilik kitab Al Fiqhul Akbar[3], beliau berkata,
سألت أبا حنيفة عمن يقول لا أعرف ربي في السماء أو في الأرض فقال قد كفر لأن الله تعالى يقول الرحمن على العرش استوى وعرشه فوق سمواته  فقلت إنه يقول أقول على العرش استوى ولكن قال لا يدري العرش في السماء أو في الأرض  قال إذا أنكر أنه في السماء فقد كفر رواها صاحب الفاروق بإسناد عن أبي بكر بن نصير بن يحيى عن الحكم
Aku bertanya pada Abu Hanifah mengenai perkataan seseorang yang menyatakan, “Aku tidak mengetahui di manakah Rabbku, di langit ataukah di bumi?” Imam Abu Hanifah lantas mengatakan, “Orang tersebut telah kafir karena Allah Ta’ala sendiri berfirman,
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy”.[4] Dan ‘Arsy-Nya berada di atas langit.” Orang tersebut mengatakan lagi, “Aku berkata bahwa Allah memang menetap di atas ‘Arsy.” Akan tetapi orang ini tidak mengetahui di manakah ‘Arsy, di langit ataukah di bumi. Abu Hanifah lantas mengatakan, “Jika orang tersebut mengingkari Allah di atas langit, maka dia kafir.”[5]

Imam Malik bin Anas[6], Imam Darul Hijroh Meyakini Allah di Atas Langit
Dari Abdullah bin Ahmad bin Hambal ketika membantah paham Jahmiyah, ia mengatakan bahwa Imam Ahmad mengatakan dari Syraih bin An Nu’man, dari Abdullah bin Nafi’, ia berkata bahwa Imam Malik bin Anas mengatakan,
الله في السماء وعلمه في كل مكان لا يخلو منه شيء
“Allah berada di atas langit. Sedangkan ilmu-Nya berada di mana-mana, segala sesuatu tidaklah lepas dari ilmu-Nya.”[7]
Diriwayatkan dari Yahya bin Yahya At Taimi, Ja’far bin ‘Abdillah, dan sekelompok ulama lainnya, mereka berkata,
جاء رجل إلى مالك فقال يا أبا عبد الله الرحمن على العرش استوى كيف استوى قال فما رأيت مالكا وجد من شيء كموجدته من مقالته وعلاه الرحضاء يعني العرق وأطرق القوم فسري عن مالك وقال الكيف غير معقول والإستواء منه غير مجهول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة وإني أخاف أن تكون ضالا وأمر به فأخرج
“Suatu saat ada yang mendatangi Imam Malik, ia berkata: “Wahai Abu ‘Abdillah (Imam Malik), Allah Ta’ala berfirman,
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy”[8]. Lalu bagaimana Allah beristiwa’ (menetap tinggi)?” Dikatakan, “Aku tidak pernah melihat Imam Malik melakukan sesuatu (artinya beliau marah) sebagaimana yang ditemui pada orang tersebut. Urat beliau pun naik dan orang tersebut pun terdiam.” Kecemasan beliau pun pudar, lalu beliau berkata,
الكَيْفُ غَيْرُ مَعْقُوْلٍ وَالإِسْتِوَاءُ مِنْهُ غَيْرُ مَجْهُوْلٍ وَالإِيْمَانُ بِهِ وَاجِبٌ وَالسُّؤَالُ عَنْهُ بِدْعَةٌ وَإِنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُوْنَ ضَالاًّ
“Hakekat dari istiwa’ tidak mungkin digambarkan, namun istiwa’ Allah diketahui maknanya. Beriman terhadap sifat istiwa’ adalah suatu kewajiban. Bertanya mengenai (hakekat) istiwa’ adalah bid’ah. Aku khawatir engkau termasuk orang sesat.” Kemudian orang tersebut diperintah untuk keluar.[9]
Inilah perkataan yang shahih dari Imam Malik. Perkataan beliau sama dengan robi’ah yang pernah kami sebutkan. Itulah keyakinan Ahlus Sunnah.

Imam Asy Syafi’i[10] -yang menjadi rujukan mayoritas kaum muslimin di Indonesia dalam masalah fiqih- meyakini Allah berada di atas langit
Syaikhul Islam berkata bahwa telah mengabarkan kepada kami Abu Ya’la Al Kholil bin Abdullah Al Hafizh, beliau berkata bahwa telah memberitahukan kepada kami Abul Qosim bin ‘Alqomah Al Abhariy, beliau berkata bahwa Abdurrahman bin Abi Hatim Ar Roziyah telah memberitahukan pada kami, dari Abu Syu’aib dan Abu Tsaur, dari Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (yang terkenal dengan Imam Syafi’i), beliau berkata,
القول في السنة التي أنا عليها ورأيت اصحابنا عليها اصحاب الحديث الذين رأيتهم فأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الإقرار بشهادة ان لااله الا الله وان محمدا رسول الله وذكر شيئا ثم قال وان الله على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وان الله تعالى ينزل الى السماء الدنيا كيف شاء وذكر سائر الاعتقاد
“Perkataan dalam As Sunnah yang aku dan pengikutku serta pakar hadits meyakininya, juga hal ini diyakini oleh Sufyan, Malik dan selainnya : “Kami mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah. Kami pun mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Lalu Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sesungguhnya Allah berada di atas ‘Arsy-Nya yang berada di atas langit-Nya, namun walaupun begitu Allah pun dekat dengan makhluk-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Allah Ta’ala turun ke langit dunia sesuai dengan kehendak-Nya.” Kemudian beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keyakinan (i’tiqod) lainnya.[11]

Imam Ahmad bin Hambal[12] Meyakini Allah bukan Di Mana-mana, namun di atas ‘Arsy-Nya
Adz Dzahabiy rahimahullah mengatakan, “Pembahasan dari Imam Ahmad mengenai ketinggian Allah di atas seluruh makhluk-Nya amatlah banyak. Karena beliaulah pembela sunnah, sabar menghadapi cobaan, semoga beliau disaksikan sebagai ahli surga. Imam Ahmad mengatakan kafirnya orang yang mengatakan Al Qur’an itu makhluk, sebagaimana telah mutawatir dari beliau mengenai hal ini. Beliau pun menetapkan adanya sifat ru’yah (Allah itu akan dilihat di akhirat kelak) dan sifat Al ‘Uluw (ketinggian di atas seluruh makhluk-Nya).”[13]
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya,
ما معنى قوله وهو معكم أينما كنتم و ما يكون من نجوى ثلاثه الا هو رابعهم قال علمه عالم الغيب والشهاده علمه محيط بكل شيء شاهد علام الغيوب يعلم الغيب ربنا على العرش بلا حد ولا صفه وسع كرسيه السموات والأرض
Apa makna firman Allah,
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ
Dan Allah bersama kamu di mana saja kamu berada.[14]
مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ
Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya.[15]
Yang dimaksud dengan kebersamaan tersebut adalah ilmu Allah. Allah mengetahui yang ghoib dan yang nampak. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu yang nampak dan yang tersembunyi. Namun Rabb kita tetap menetap tinggi di atas ‘Arsy, tanpa dibatasi dengan ruang, tanpa dibatasi dengan bentuk. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Kursi-Nya pun meliputi langit dan bumi.”
Diriwayatkan dari Yusuf bin Musa Al Ghadadiy, beliau berkata,
قيل لأبي عبد الله احمد بن حنبل الله عز و جل فوق السمآء السابعة على عرشه بائن من خلقه وقدرته وعلمه بكل مكان قال نعم على العرش و لايخلو منه مكان
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanyakan, “Apakah Allah ‘azza wa jalla berada di atas langit ketujuh, di atas ‘Arsy-Nya, terpisah dari makhluk-Nya, sedangkan kemampuan dan ilmu-Nya di setiap tempat (di mana-mana)?” Imam Ahmad pun menjawab, “Betul sekali. Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, setiap tempat tidaklah lepas dari ilmu-Nya.”[16]
Abu Bakr Al Atsrom mengatakan bahwa Muhammad bin Ibrahim Al Qoisi mengabarkan padanya, ia berkata bahwa Imam Ahmad bin Hambal menceritakan dari Ibnul Mubarok ketika ada yang bertanya padanya,
كيف نعرف ربنا
“Bagaimana kami bisa mengetahui Rabb kami?” Ibnul Mubarok menjawab,
في السماء السابعة على عرشه
“Allah di atas langit yang tujuh, di atas ‘Arsy-Nya.” Imam Ahmad lantas mengatakan,
هكذا هو عندنا
“Begitu juga keyakinan kami.”[17]

Tidak Perlu Disangsikan Lagi
Itulah perkataan empat Imam Madzhab yang jelas-jelas perkataan mereka meyakini bahwa Allah berada di atas langit, di atas seluruh makhluk-Nya. Bahkan sebenarnya ini adalah ijma’ yaitu kesepakatan atau konsensus seluruh ulama Ahlus Sunnah. Lantas mengapa aqidah ini perlu diragukan oleh orang yang jauh dari kebenaran?
Ini bukti ijma’ ulama yang dibawakan oleh Ishaq bin Rohuwyah.
قال أبو بكر الخلال أنبأنا المروذي حدثنا محمد بن الصباح النيسابوري حدثنا أبو داود الخفاف سليمان بن داود قال قال إسحاق بن راهويه قال الله تعالى الرحمن على العرش استوى إجماع أهل العلم أنه فوق العرش استوى ويعلم كل شيء في أسفل الأرض السابعة
“Abu Bakr Al Khollal mengatakan, telah mengabarkan kepada kami Al Maruzi. Beliau katakan, telah mengabarkan pada kami Muhammad bin Shobah An Naisaburi. Beliau katakan, telah mengabarkan pada kami Abu Daud Al Khonaf Sulaiman bin Daud. Beliau katakana, Ishaq bin Rohuwyah berkata, “Allah Ta’ala berfirman,
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy”[18]. Para ulama sepakat (berijma’) bahwa Allah berada di atas ‘Arsy dan beristiwa’ (menetap tinggi) di atas-Nya. Namun Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi di bawah-Nya, sampai di bawah lapis bumi yang ketujuh.[19]
Adz Dzahabi rahimahullah ketika membawakan perkataan Ishaq di atas, beliau rahimahullah mengatakan,
اسمع ويحك إلى هذا الإمام كيف نقل الإجماع على هذه المسألة كما نقله في زمانه قتيبة المذكور
“Dengarkanlah perkataan Imam yang satu ini. Lihatlah bagaimana beliau menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) mengenai masalah ini. Sebagaimana pula ijma’ ini dinukil oleh Qutaibah di masanya.”[20]

Sanggahan: Abu Salafy Cuma Asal Nuduh
Kami sedikit mencuplik ucapan beliau dalam postingan di blognya dengan judul “Kaum Mujassimah Berbohong Atas Nama Imam Malik”. Beliau membawakan nukilan berikut ini ketika menerangkan ucapan Imam Malik di atas.
Ibnu Lubbân dalam menafsirkan ucapan Imam Maliki di atas mengatakan, seperti disebutkan dalam Ithâf as Sâdah al Muttaqîn,2/82:
كيف غير معقول أي كيف من صفات الحوادث وكل ما كان من صفات الحوادث فإثباته في صفات الله تعالى ينافي ما يقتضيه العقل فيجزم بنفيه عن الله تعالى ، قوله : والاستواء غير مجهول أي أنه معلوم المعنى عند أهل اللغة ، والإيمان به على الوجه اللائق به تعالى واجب ؛ لأنه من الإيمان بالله وبكتبه ، والسؤال عنه بدعة ؛ أي حادث لأن الصحابة كانوا عالمين بمعناه اللائق بحسب وضع اللغة فلم يحتاجوا للسؤال عنه ، فلما جاء من لم يحط بأوضاع لغتهم ولا له نور كنورهم يهديه لصفات ربه يسأل عن ذلك، فكان سؤاله سببا لاشتباهه على الناس وزيغهم عن المراد.
“Kaif tidak masuk akal, sebab ia termasuk sifat makhluk. Dan setiap sifat makhluk maka jika ditetapkan menjadi sifat –ta’ala- pasti menyalai apa yang wajib bagi-Nya berdasarkan hukum akal sehat, maka ia harus dipastikan untuk ditiadaakan dari Allah –ta’ala-. Ucapan beliau, “Istiwâ’ tidak majhûl” yaitu ia telah diketahui oleh ahli bahasa apa maknanya. Beriman sesuai dengan makna yang layak bagi Allah adalah wajib hukumnya, sebab ia termasuk beriman kepada Allah dan kitab-kitab-Nya. Dan “bertanya tentangnya adalah bid’ah” yaitu sesuatu yang dahulu tidak pernah muncul, sebab di masa sahabat, mereka sudah mengetahui maknanya yang layak sesuai dengan pemaknaan bahasa. Karenanya mereka tidak butuh untuk menanyakannya. Dan ketika datang orang yang tidak menguasai penggunaan bahasa mereka dan tidak memiliki cahaya seperti cahaya para sahabat yang akan membimbing mereka untuk mengenali sifat-sifat Tuhan mereka, muncullah pertanyaan tentangnya. Dan pertanyaan itu menjadi sebab kekaburan atas manusia dan penyimpangan mereka dari yang apa yang dimaksud.”
Diriwayatkan juga bahwa Imam Malik berkata:
الرحمن على العرش استوى كما وصف به نفسه ولا يقال كيف ، وكيف عنه مرفوع…
“Ar Rahmân di atas Arys beristiwâ’ sebagaimana Dia mensifati Diri-Nya. Dan tidak boleh dikatakan: Bagaimana? Dan bagaimana itu terangkat dari-Nya… “ (Lebih lanjut baca: Ithâf as Sâdah,2/82, Daf’u Syubah at Tasybîh; Ibnu al Jawzi: 71-72)
Pernyataan di atas benar-benar tamparan keras ke atas wajah-wajah kaum Mujassimah!
Penulis berkata, “Perkataan Imam Malik itu benar adanya. Begitu pula penjelasan dari Ibnu Lubban itu benar. Maksud perkataan mereka berdua adalah bahwa makna Istiwa’ itu sudah diketahui, sedangkan bagaimana dan hakekat Allah itu beristiwa’ itu tidak diketahui karena memang kita tidak diberitahu tentang hal tersebut. Kami khawatir abusalafy sendiri sebenarnya tidak memahami apa yang dimaksudkan oleh Imam Malik dan Ibnu Libban. Sampai-sampai dalam tulisan lain abusalafy menuduh yang bukan-bukan. Dalam tulisan lain yang abusalafy berkata:
Itulah yang benar-benar terjadi! Mazhab Wahhabi/Salafy “ngotot” menyebarkan dan meyakinkan kaum Muslimin bahwa Allah itu berbentuk… bersemayam, duduk di atas Arsy-Nya yang dipikul oleh delapan kambing hutan atau dipikul empat malaikat yang rupa dan bentuk mereka beragam, ada yang menyerupai seekor singa dan yang lainnya menyerupai bentuk binatang lain… dan lain sebagainya dari akidah ketuhanan yang menggambarkan  Allah itu berbentuk dan menyandang sifat-sifat makhluk-Nya..
Penulis menjawab, “Siapa yang katakan bahwa sifat Allah itu dapat digambarkan bentuknya? Mana buktinya?” Beliau juga menuduh kami, “Allah duduk di atas Arsy-Nya yang dipikul oleh delapan kambing hutan atau dipikul empat malaikat yang rupa dan bentuk mereka beragam, ada yang menyerupai seekor singa dan yang lainnya menyerupai bentuk binatang lain”. Penulis menjawab, “Mana buktinya kami pernah menyatakan demikian? Dalam kitab mana? Ini sungguh tuduhan dan klaim dusta yang mengada-ada. Beliau pun tidak berani menunjukkan bukti dari tuduhan yang beliau bawakan.”
Semoga beliau bisa membedakan menetapkan sifat Allah dan menyebutkan bagaimana hakekat sifat tersebut. Coba renungkan dengan baik-baik perkataan Ishaq bin Rohuwyah yang pernah kami bawakan di postingan pertama serial ini. Beliau rahimahullah mengatakan, “Yang disebut tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), jika kita mengatakan, ‘Tangan Allah sama dengan tanganku atau pendengaran-Nya sama dengan pendengaranku.’ Inilah yang disebut tasybih. Namun jika kita mengatakan sebagaimana yang Allah katakan yaitu mengatakan bahwa Allah memiliki tangan, pendengaran dan penglihatan; dan kita tidak sebut, ‘Bagaimana hakikat tangan Allah, dsb?’ dan tidak pula kita katakan, ‘Sifat Allah itu sama dengan sifat kita (yaitu tangan Allah sama dengan tangan kita)’; seperti ini tidaklah disebut tasybih. Karena ingatlah Allah Ta’ala berfirman,
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy Syuro: 11)[21]
Jadi ingatlah bahwa menyatakan Allah beristiwa’ (menetap tinggi) di atas ‘Arsy, di atas langit ketujuh bukan berarti kita menyerupakan Allah dengan makhluk. Namun kita yakini sifat Allah itu jauh berbeda dengan makhluk-Nya, karena itulah perbedaan Allah yang memiliki sifat kemuliaan dan makhluk yang selalu dipenuhi kehinaan. Itulah memang karakter busuk dari Jahmiyah, asal menuduh yang bukan-bukan. Bagi setiap orang yang menetapkan sifat Allah, maka dituduhlah Mujassimah. Jauh-jauh hari, Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni telah mengisyaratkan,
فالمعتزلة والجهمية ونحوهم من نفاة الصفات يجعلون كل من أثبتها مجسما مشبها ومن هؤلاء من يعد من المجسمة والمشبهة من الأئمة المشهورين كمالك والشافعي وأحمد وأصحابهم كما ذكر ذلك أبو حاتم صاحب كتاب الزينة وغيره
“Mu’tazilah, Jahmiyah dan semacamnya yang menolak sifat Allah, mereka menyebut setiap orang yang menetapkan sifat bagi Allah sebagai mujassimah atau musyabbihah. Bahkan di antara mereka menyebut para Imam besar yang telah masyhur (seperti Imam Malik, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad dan pengikut setia mereka) sebagai mujassimah atau musyabbihah (yang menyerupakan Allah dengan makhluk). Sebagaimana hal ini disebutkan oleh Abu Hatim, penulis kitab Az Zinah dan ulama lainnya.”[22]
Itulah tuduhan Jahmiyah. Kami tutup tulisan berikut ini dengan menyampaikan perkataan Abu Nu’aim Al Ash-bahani, penulis kitab Al Hilyah. Beliau rahimahullah, “Metode kami (dalam menetapkan sifat Allah) adalah jalan hidup orang yang mengikuti Al Kitab, As Sunnah dan ijma’ (konsensus para ulama). Di antara i’tiqod (keyakinan) yang dipegang oleh mereka (para ulama) bahwasanya hadits-hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan Allah berada di atas ‘Arsy dan mereka meyakini bahwa Allah beristiwa’ (menetap tinggi) di atas ‘Arsy-Nya. Mereka menetapkan hal ini tanpa melakukan takyif (menyatakan hakekat sifat tersebut), tanpa tamtsil (memisalkannya dengan makhluk) dan tanpa tasybih (menyerupakannya dengan makhluk). Allah sendiri terpisah dari makhluk dan makhluk pun terpisah dari Allah. Allah tidak mungkin menyatu dan bercampur dengan makhluk-Nya. Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya di langit sana dan bukan menetap di bumi ini bersama makhluk-Nya.”[23]
Semoga tulisan kali ini bias sebagai renungan bagi orang yang mencari kebenaran. Nantikan serial selanjutnya. Kami akan menyebutkan perkataan ulama Ahlis Sunnah yang menyanggah pemahaman Jahmiyah semacam abusalafy yang menyatakan “Allah itu ada tanpa tempat”. Semoga Allah mudahkan.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Diselesaikan di Pangukan, Sleman, 12 Rabi’ul Akhir 1431 H (27/03/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal (Abu Rumaysho Al Ambony)
Sumber :  https://rumaysho.com




[1] Imam Abu Hanifah hidup pada tahun 80-150 H.
[2] Lihat Itsbatu Shifatul ‘Uluw, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, hal. 116-117, Darus Salafiyah, Kuwait, cetakan pertama, 1406 H. Lihat pula Mukhtashor Al ‘Uluw, Adz Dzahabiy, Tahqiq: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 137, Al Maktab Al Islamiy.
[3] Syaikh Al Albani rahimahullah memberikan pelajaran cukup berharga dalam Mukhtashor Al ‘Uluw, perkataan Adz Dzahabi di sini menandakan bahwa kitab Fiqhul Akbar bukanlah milik Imam Abu Hanifah, dan ini berbeda dengan berbagai anggapan yang telah masyhur di kalangan Hanafiyah. (Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 136)
[4] QS. Thaha: 5.
[5] Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, Adz Dzahabi, hal. 135-136, Maktab Adhwaus Salaf, Riyadh, cetakan pertama, 1995.
[6] Imam Malik hidup pada tahun 93-179 H.
[7] Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 138.
[8] QS. Thaha: 5.
[9] Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, hal. 378.
[10] Imam Asy Syafi’I hidup pada tahun 150-204 H.
[11] Lihat Itsbatu Shifatul ‘Uluw, hal. 123-124. Disebutkan pula dalam Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, hal.165
[12] Imam Ahmad bin Hambal hidup pada tahun 164-241 H.
[13] Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, hal. 176. Lihat pula Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 189.
[14] QS. Al Hadiid: 4
[15] QS. Al Mujadilah: 7
[16] Lihat Itsbat Sifatil ‘Uluw, hal. 116
[17] Lihat Itsbat Sifatil ‘Uluw, hal. 118
[18] QS. Thaha: 5.
[19] Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, hal. 179. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 194.
[20] Idem
[21] Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 67.
[22] Minhajus Sunnah Nabawiyah fii Naqdi Kalamisy Syi’ah wal Qodariyah, Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni, 2/44, Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, tahun 1406 H.
[23] Dinukil dari Majmu’ Al Fatawa, Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni, 5/60, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.

Tuesday, February 2, 2016

Pembelajaran Moral Santri - Santri Harus bisa Jadi panutan Umat , BUKAN Sebaliknya

Dipost Ulang Oleh :
Ahmad Fikri Nabil 
Universitas Hasyim Asy'ari
Tebuireng - Jombang
PP Al- Aqobah 4 Jombang

Kunjungi Sumbernya : https://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/
sumber :http://www.formasirua.or.id/wp-content/uploads/2015/12/santri-kontemporer.jpg

1Doyannonton - Kabar yang menyedihkan pernah “menyapa” sebuah departemen yang seharusnya bisa memberi contoh kepada departemen lain, departemen yang sebagian anggotanya pernah menjadi santri, ironis memang. Para santri  hampir setiap hari mendapatkan pelajaran moral yang didapat dari quran, hadits, mahfuzhat, ceramah, doktrin dsb. Sepantasnya “gemblengan”ini menjadikan santri “lebih soleh” dibandingkan mereka yang “bukan santri” yang tidak mengenyam pesan agama sesering para santri.
sudah saatnya bagi pemerhati pendidikan Islam untuk mulai mengevaluasi metodologi pembelajaran di pesantren, khususnya pembelajaran moral. Metodologi pembelajaran moral  saat ini apakah bisa mengajak para santri untuk merasakan dan mengerti kandungan sebenarnya dari pesan moral yang disampaikan. Pesan moral yang diajarkan islam itu  sempurna, tetapi bila cara penyampaiannya tidak tepat, maka tidak akan menjadi pengekang bilamana seseorang lupa.

Berdasar pada pengalaman pribadi, kebanyakan guru pesantren mengajarkan akhlak dengan menitik beratkan hafalan dan pemahaman arti harfiah. dulu waktu nyantri, kitab akhlakul banin, yaitu kitab yang menjadi pedoman dasar pengembangan akhlak pemula di pesantren salaf , diajarkan dengan metode sorogan dimana guru membaca dan mengartikan kata perkata. Ketika selesai menerangkan, semuanya mendapatkan giliran membaca kembali apa yang sudah diartikan, sayangnya mereka jarang ditanya sejauh mana mereka memahami pesan itu, malahan yang hafal di luar kepala bisa pulang duluan. Ustadz saya selalu menerangkan “kalian kalau melakukan ini  akan disiksa di neraka, dibenci tuhan, tidak akan masuk surga dll”. Alasan agama selalu menjadi motif utama apakah suatu perbuatan dilakukan atau tidak. padahal masih banyak alasan yang bisa  dijelaskan secara logika, tapi sayang logika jarang dipakai. contohnya ketika santri ditanya  tentang alasan menjaga kebersihan, jawaban pertama yang muncul adalah kebersihan itu  sebagian dari iman, tetapi apakah mereka benar-benar mengerti alasan ” kenapa kebersihan itu menjadi bagian dari iman?”, sepertinya tidak semua santri bisa menjawabnya. bila suatu pesan moral diajarkan hanya dari segi agama dikhawatirkan keimanan seseorang berkurang sehingga dia akan kehilangan alat pengekangnya. peran pemakaian logika dalam penyampaian pesan agama sangat penting sekali karena penggunaan logika akan mengarah kepada pemahaman yang hakiki tentang suatu pesan. c
seorang pengajar materi moral harus membekali dirinya dengan kemampuan menganalisa suatu masalah dari berbagai sudut pandang, bukan hanya dari dalil agama. sebagai contoh  bila hendak melarang santri untuk meludah di sembarang tempat, dia harus bisa menganalisanya dari sudut kesehatan atau dampaknya pada lingkungan.

Berguru pada orang jepang, seperti yang saya alami hablun minan naas mereka atau hubungan antar sesama manusianya boleh dikatakan lebih baik dari orang indonesia, padahal orang jepang menganggap agama itu bukan hal yang penting, terbukti dari banyaknya masyarakat jepang yang beragama lebih dari satu atau percaya pada semua tuhan. Hal ini  menjadi pertanyaan yang besar buat kita orang indonesia yang menjadikan agama sebagai “way of life”, kenapa hal ini bisa terjadi. sepertinya perlu tafakkur yang lebih mendalam lagi tentang metodologi pembelajaran moral yang pernah dialami.
Ada beberapa masalah  mendasar yang harus dievaluasi lagi tentang cara  penyampaian  materi  moral di dunia  pesantren, diantaranya:
  1. kurangnya pemakaian logika dalam penyampaian materi moral. Para guru hanya memakai dalil-dalil agama. contohnya alasan  larangan ghibah sering hanya ditekankan dari dalil quran atau hadis. padahal ghibah bisa dijelaskan dari beberapa aspek, baik sosial, kemanusiaan ataupun keamanan. pemakaian logika masih jarang dilakukan sehingga kurang membentuk pemahaman yang hakiki di jiwa santri.
  2. banyaknya materi moral yang diterima santri dan  disampaikan tanpa penjelasan yang jelas tentang intisarinya.
  3. cara evaluasi yang kurang tepat.  kebanyakan evaluasi dilakukan dengan keharusan menghapal pesan moral tersebut, seperti dalam pelajaran mahfuzot. juga evaluasi hanya dilakukan dengan mengukur kemampuan santri dalam membaca dan mengartikan kalimat dalam bahasa arab, seperti  kitab akhlakul banin.
  4. cara penyampaian yang lebih  cenderung berbentuk satu arah, santri hanya menjadi pendengar  “setia”.

pemakaian audio visual dalam penyampaian materi moral sangat membantu memahamkan pesan kepada santri, seperti pemutaran film hidayah. bahkan efeknya bisa  lebih besar dari ceramah biasa. pemutaran film ini bisa dikatakan praktikum dari teori yang telah disampaikan, teori yang dibarengi dengan praktik akan lebih mudah dipahami dan lebih berbekas.
Materi moral harus dipahami, dihayati dan dirasakan oleh santri. materi itu harus masuk kedalam hati para santri dan betul-betul dimengerti.  Pesan moral harus dijelaskan bukan hanya dari segi agama, tapi juga dari sisi kemanusiaan tanpa memandang agama, runtutan akibatnya, penjelasan ilmiahnya dll.
Semua santri harus bisa menjelaskan secara logika alasan dan inti sebenarnya dari suatu pesan moral. Bukan hanya dengan menghapalnya di luar kepala dan bukan pula hanya karena takut neraka atau ingin masuk surga.

Wow !! MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) Jawa Timur Usut Peredaran Panci bertuliskan Lafadz Allah



Dipost Ulang Oleh :
Ahmad Fikri Nabil
Universitas Hasyim Asy’ari
Tebuireng - Jombang

 Kunjungi Sumber Lengkapnya : http://news.okezone.com/read/2016/01/28/519/1299380/mui-jatim-polisi-harus-usut-kasus-panci-alhamdu-allah


sumber gambar : http://www.halhalal.com/wp-content/uploads/2016/01/Produk-Panci-Bertuliskan-Lafadz-Allah-Beredar-di-Pasaran.jpg


1Doyannonton - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori menganggap perusahaan produsen panci berlabel Alhamdu Allah tidak paham kaidah penulisan bahasa arab.
Kendati begitu, penggunaan lafal Tuhan dalam produk panci sangat tidak dibenarkan. "Mungkin maksudnya menulis 'alhamdulillah' tapi tertulis Alhamdu Allah. Penulisnya tak paham bahasa arab," kata Abdussomad, Kamis (28/1/2016).

Dia menilai, apapun alasannya, munculnya lafal tersebut dalam produk panci tetaplah salah dan merupakan bentuk penistaan agama. Oleh karena itu, MUI meminta polisi mengusut kasus itu.
Terlebih, kasus penistaan agama sudah beberapa kali terjadi di Jawa Timur. Sebelumnya beredar terombet dari bahan sampul Alquran, kemudian sandal dan permen berlafal Allah.

"Polisi harus turun. Harus diusut tuntas kok sampai beruntun seperti ini," tambahnya.
Seperti diberitakan, FPI Jawa Timur sudah melaporkan produsen Panci berlafal Alhamdu Allah ke Polda Jatim. Panci tersebut pertama kali ditemukan di Situbondo, kemudian di Jember hingga Pasuruan.

Monday, February 1, 2016

Inilah 11 Pondok Pesantren di Indonesia yang bisa dijadikan Rujukan

Menurut Survei : http://sehatisme.com/pondok-pesantren-terbaik/
                          http://1doyannonton.blogspot.co.id/

 Dipost Ulang Oleh :
Ahmad Fikri Nabil
Universitas Hasyim Asy'ari ( UNHASY )
Tebuireng - Jombang

Pondok Pesantren Daar El-Qolam
1Doyannonton - Pondok Pesantren merupakan wadah pendidikan yang mempunyai kurikulum dan sistem terbaik. Tak hanya berbekal ilmu duniawi, pesantren juga mengajarkan kita akan ilmu ukhrawi. Peserta didik akan ditempa secara maksimal dan intensif, dalam pesantren juga diselipkan makna-makna dari kedisiplinan. Untuk itu, wadah pendidikan yang satu ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
Banyak orang yang salah kaprah memaknai arti pesantren. Kebanyakan image yang beredar di masyarakat bahwa pesantren itu kuno, radikal, dan sebagainya. Namun ternyata fakta ini dipatahkan oleh banyak orang.
Bahkan, salah satu musisi ternama indonesia, Iwan fals dalam touring religinya (mengelilingi beberapa pesantren) mengatakan bahwasannya pesantren adalah gudangnya seni. Tak sedikit juga anak didikan pesantren yang berhasil memenangkan beberapa olimpiade dan mengalahkan siswa-siswi lainnya yang kebanyakan mereka bersekolah di sekolah umum.
Pondok Pesantren Husnul Khotimah misalnya, PonPes ini telah menjuarai olimpiade sains nasional 2015. Ataupun mantan presiden kita KH. Abdurrahman Wahid dan mantan Ketua MPR RI DR. H. Hidayat Nur wahid, mereka semua juga lulusan pesantren.

Pondok Pesantren Darussalam GONTORPondok pesantren ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kita. Ya, mendengar namanya saja kita sudah sangat familiar.

Pondok pesantren ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kita. Ya, mendengar namanya saja kita sudah sangat familiar. Pondok Pesantren ini didirikan oleh KH Zainudin Fananie, KH Ahmad Sahal,  dan KH Imam Imam Zarkasy  pada tanggal 10 April tahun 1926 di Ponorogo.
Tiga pendiri ini disebut-sebut sebagai Trimurti. Pada awalnya Pondok Pesantren ini hanya memiliki satu wadah pendidikan yaitu Tarbiyatul Athfal (setingkat dengan taman kanak-kanak). Beberapa tahun kemudian Pondok ini mendirikan Kulliyatul Mu’alimin Al-Islamiah (KMI) yang setara dengan Sekolah Menengah, disusul dengan  Institut Studi Islam Darussalam (ISID).
http://gontor.ac.id/

Pondok Pesantren LangitanPondok Pesantren Langitan termasuk dalam kategori pondok pesantren terbaik

Pondok Pesantren Langitan berdiri pada tahun 1852. Pondok Pesantren ini termasuk salah satu lembaga islam tertua di indonesia. Bagaimana tidak? Pesantren ini sudah berdiri berpuluh-puluh tahun sebelum indonesia merdeka.
Lembaga pendidikan ini terletak di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur. Luas komplek wilayah Pondok Pesantren ini kurang lebih 7 hektare dan berasa di samping areal bengawan solo. Bagi kalian yang ingin mondok dan menikmati keindahan bengawan solo, disini tempatnya :)
http://langitan.net/

Pondok Pesantren Daar El-QolamPondok Pesantren Daar El-Qolam termasuk juga dalam kategori pondok pesantren terbaik

Pondok Pesantren ini terletak di Desa Pasir Gintung Kec Jayanti Kab Tangerang-Banten. Didirikan pada tanggal 20 Januari tahun 1968. Pondok ini didirikan oleh H. Qasad Mansyur dan Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief. Sebagai pendiri, dua tokoh ini sangat terkenal dikalangan mereka.
Pada tanggal  15 Juni tahun 1997 terjadi musibah besar yang menimpa mereka, yaitu meninggalnya Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief sebagai pendiri sekaligus figur bagi pesantren ini. Musibah ini sangat menyakitkan bagi keluarga Pondok. Hingga akhirnya diamanatkan kepada  K.H. Adrian Mafatihullah Karim, Hj. Enah Huwaenah dan K.H. Drs. Ahmad Syahiduddin.
Pesantren ini juga termasuk pesantren terbesar di Banten, sampai sekarang santrinya mencapai kurang lebih 4298 orang
http://www.daarelqolam.ac.id/

Pondok Pesantren Ihya Ulumuddinpondok pesantren ihya ulumaddin termasuk dalam kategori pondok pesantren terbaik

Pondok Pesantren ini didirikan pada tanggal 24 Nopember tahun 1925. Pondok Pesantren ini terletak di Desa Kesugihan Kec. Kesugihan Kab.Cilacap. Pondok Pesantren ini juga sering disebut dengan Pondok Pesantren kesugihan. Setelah pendirinya wafat, kekuasaan Pondok Pesantren ini dialihkan kepada putranya yaitu KH Chasbulloh Badawi dan KH Ahmad Mustholih.

Pondok Pesantren Asy Syafi’iah Nahdatul WathonPondok Pesantren Asy Syafi’iah Nahdatul Wathon adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren terbaik yang ada

Awal mulanya, Pondok Pesantren ini berdiri atas perintah dari Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath (Mekkah) kepada muridnya Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Setelah 13 tahun menimba ilmu di negeri Mekkah, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pulang ke indonesia untuk melaksanakan perintah gurunya tersebut. Di tahun 1934 ia tiba di pulau Lombok, ia mendirikan Pondok Pesantren Al- Mujahidin.
Kemudian pada tanggal 22 agustus tahun 1937, beliau kembali mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang peserta didiknya khusus untuk laki-laki. Lalu pada tanggal 15 21 April tahun 1943, ia mendirikan  madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) untuk kaum perempuan.
Dua Madrasah perama yang berdiri di Pulau Lombok, dan dari dua madrasah itulah Pondok Pesantren Asy Syafi’iah Nahdatul Wathon lahir.
http://www.nahdlatulwathan.org/

Pondok Pesantren Al-Mu’min

pondok pesantren Pondok Pesantren Al-Mukmin sukoharjo termasuk dalam kategori pondok pesantren terbaik
Pondok pesantren Al-Mu’min didirikan pada tahun 1974. Pendirinya dinamakan sebagai “Enam Serangkai” yaitu : Abu Bakar Ba’asyir, Abdullah Sungkar, Abdullah Baradja, Yoyok Rosywadi, Daeng Matase, Abdul Qohar H. dan Hasan Basri.
Lokasi pondok pesantren ini berada di sisi selatan terminal angkutan umum dalam kota Surakarta, lebih tepatnya di Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Pada awalnya lembaga ini hanyalah lembaga Radio non-komersial dan Pengajian kekeluargaan (usrah). Namun, seiring berjalanya waktu lembaga ini berkembang hingga menjadi pesantren terbaik seperti sekarang ini

Pondok Pesantren TebuirengPondok Pesantren Tebuireng merupakan salah satu pondok pesantren terbaik di jombang

Pondok pesantren ini merupakan salah satu pesantren terbesar di Kab. Jombang. Pada tahun 1899, Pondok Pesantren ini didirikan oleh salah satu ulama terbesar yaitu KH. Hasyim Asy’arie. Disamping pelajaran ilmu syari’at, bahasa Arab dan Agama islam, pondok pesantren ini juga memasukan pelajaran umum kedalam struktur pembelajarannya.
Pesantren Tebuireng sudah sangat banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat indonesia. Terutama di dalam dunia pendidikan indonesia. Oleh sebab itu pesantren ini termasuk kedalam katagori pesantren terbaik.
http://www.tebuireng.net/

( Baca Juga  Artikel terkait: Luar Biasa !!! Ternyata jombang Adalah Gerbang kerajaan majapahit )

PONDOK PESANTREN CIPASUNG
 Pondok Pesantren yang didirikan pada akhir tahun 1931, itu sudah tentu keadaan Negara yang masih dalam genggaman Kolonial, sehingga tidak mengherankan apabila pada saat itu banyak sekali halangan dan rintangan menghadang, baik dari masyarakat sendiri yang mayoritas belum mengenal ajaran agama dan sedikitnya pengetahuan juga dari pihak Kolonial yang menyebabkan Alm. KH. Ruhiat harus keluar masuk penjara. Walaupun keadaan demikian beliau dengan penuh kesabaran dan ketawakalan kepada Allah subhanahu wata’ala, tidak henti-hentinya membina Pesantren ini dengan ikhlas, memberikan pendidikan dan pengajaran kepada para santri tanpa mengenal lelah siang dan malam. Awalnya santri yang menetap di Pondok Pesantren ini berjumlah kurang lebih 40 orang yang sebagian besar adalah yang ikut dari Pesantren Cilenga, tempat beliau mondok
www.cipasung.com

Pondok Pesantren DARUNNAJAHPondok Pesantren DARUNNAJAH adlah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren terbaik yang ada

Berawal dari Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan Palmerah, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar mendirikan pesantren ini. Namun, ada musibah lain yang menimpanya, pada tahun 1959 Madrasah tersebut digusur untuk perluasan komplek Olahraga Senayan. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka ia membeli tanah di kawasan Ulujami.
Pada tahun 1960, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar mendirikan kembali Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI) yang dikemudian hari berubah menjadi lembaga pesantren. Periode inilah yang menjadi cikal bakal didirikannya pesantren.
http://darunnajah.com/

Pondok Pesantren La Tansapondok Pesantren La Tansa termasuk dalam kategori pondok pesantren terbaik

Pesantren La Tansa adalah Pesantren bercirikan modern yang berlokasi di desa Parakansantri Kec. Cipanas Kab. Lebak-Banten. Salah satu pendiri pondok pesantren Daar el-Qolam juga turut berpartisipasi dalam proses pendirian pesantren ini.
Setelah Drs. K.H. Ahmad Rifa’i Arief wafat, kepemimpinan Pesantren La Tansa  diambil alih oleh K.H. Sholeh, S.Ag, MM dan K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA. Pesantren ini berada dibawah naungan lembaga Yayasan La Tansa Mashiro.

Pondok Pesantren Al Khairaat Pondok Pesantren Al Khairat berdiri pada tahun 1963, yang menjadikannya masuk dalam kategori pesantren terbaik adalah paket pendidikan yang bersifat holistik

Pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1963, yang menjadikannya masuk dalam kategori pesantren terbaik adalah paket pendidikan yang bersifat holistik. Pendidikan yang ia pakai merupakan okmbinasi dari Empat jenis pola pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan bahasa Arab modern, kajian kitab kuning serta pendidikan tingkat madrasah diniyah. Selain itu di pondok pesantren ini juga mempunyai program tambahan yaitu Tahfidzul Qur’an.

Pesantren Lirboyo Kediri

pondok pesantren terbaik bagian dua lirboyo
4.bp.blogspot.com
Pondok pesantren yang satu ini merupakan salah satu dari Pondok pesantren tertua didunia. Bagaimana tidak? Pondok pesantren ini telah berdiri pada tahun 1910 masehi atau sekitar 1 abad yang lalu tepatnya di Kec. Mojoroto Kota Kediri-Jawa timur. Kota kediri memang disebut sebagai “kota santri”, karena saking banyaknya pesantren yang berdiri dikota ini tak terkecuali Pondok pesantren Lirboyo. Pondok pesantren Lirboyo juga sudah banyak terkenal di beberapa kalangan masyarakat.
Kata “Lirboyo” sendiri diambil dari nama sebuah desa, di desa inilah berdiri pondok pesantren yang banyak dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Lirboyo. Berdiri nya Pondok pesantren ini diprakarsai oleh Kyai Sholeh yang berasal dari desa Banjarmelati dan di lanjutkan oleh salah satu menantinya KH. Abdul karim yang berasal dari Magelang-jawa tengah.
Http://www.lirboyo.net/

Pesantren Sidogiri Pasuruan

sidogiri.net
sidogiri.net
Pondok pesantren Sidogiri didirikan oleh Sayyid Sulaiman yang berasal dari Cirebon. Beliau termasuk dalam marga Basyaiban atau sebagai marga keturunan Rasulullah.
Ayahnya yang bernama Sayyid Abdurrahman adalah seorang perantau dari Negeri Yaman. Sedangkan ibunya yang bernama Syarifah Khodijah adalah Putri dari Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung jati. Bila diurutkan dari garis keturunan sang ibu, maka Sayyid Sulaiman adalah cucu dari Sunan Gunung Jati.
Sayyid Sulaiman mendirikan Pondok pesantren bersama dengan Kyai Aminullah, ada beberapa versi mengenai tahun pendiriannya. Dalam surat yang ditandatangani oleh KA Sa’doellah Nawawie tertulis bahwa pada tahun 1971 merupakan hari ulang tahun Pondok pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari surat ini kita dapat menyimpulkan bahwa Pondok pesantren Sidogiri didirikan pada tahun 1745. Dan versi inilah yang dijadikan patokan untuk merayakan hari jadi mereka. Dengan begitu, Pondok pesantren ini juga termasuk dalam Pondok pesantren tertua.
Http://www.sidogiri.net

Pondok pesantren Musthafawiyah Sumatera Utara

i.ytimg.com
i.ytimg.com
Pondok pesantren Musthafawiyah ini biasa disebut dengan Pesantren Purba baru. Didirikan oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily pada tanggal 12 November 1912 di Desa Tanobato Kab. Mandailing Natal. Selanjutnya pada tahun 1915, Desa Tanobato ditimpa musibah. Banjir bandang yang menimpa kala itu, membuat Pondok pesantren Musthafawiyah dipindahkan ke Desa Purbabaru Kab. Kabupaten Mandailing Natal. Dari desa itulah sebutan Pondok pesantren “Purba baru” muncul.
Syeikh Musthafa bin Husein, pernah belajar mengenai ilmu agama selama 13 tahun di kota Makkah. Lalu beliau wafat pada tahun 1955. Ketika itu, kepemimpinan pesantren dialihkan putra sulung nya yaitu H. Abdullah Musthafa.

Pondok Pesantren Al-fatah temboro

Pondok pesantren terbaik bagian 2
3.bp.blogspot. com
Pondok pesantren ini terletak di Desa Temboro Kec. Karas, Kab. Magetan-Jawa Timur. Pondok pesantren ini didirikan tanggal 1 Mei 1938 oleh KH. Sarbun Sidik (biasa dikenal sebagai Mbah sidik atau H. Sidik). Pada mulanya, beliau hanya membangun sebuah mushallah kecil yang sekarang berkembang menjadi masjid komplek Tahfidz Al-fatah. Hingga sekarang masjid ini dijadikan pusat seluruh kegiatan di Pondok pesantren Al-fatah temboro seperti musyawarah program, kegiatan-kegiatan, serta kegiatan evaluasi aktifitas pondok. Bila anda datang kesini, maka anda akan mendapati masjid yang tidak pernah berhenti dari lantunan Al-qur’an setiap harinya.
https://www.facebook.com/alfatah.temboro

( Baca Juga : Keterkaitan Antara Santri Dan Moral , Santri harus jadi panutan )

Pondok pesantren Nurul Jadid probolinggo

pondok pesantren terbaik bagian 2
smpnuruljadid.sch.id
Pondok pesantren Nurul Jadid didirikan pada tahun 1950 oleh seorang kyai bernama KH. Zaini Munim di Desa Karanganyar Kec. Paiton Kab. Probolinggo-Jawa timur. Pada awalnya KH. Zaini Munim datang ke desa karanganyar bukan untuk mendirikan Pondok Pesantren, melainkan beliau datang kemari untuk mengisolir diri dari kekejaman dan keserakahan kolonial belanda. Namun, isyarat dari KH. Hasan Sepuh Genggong membuat beliau membuka mata. Suatu hari ketika KH. Hasan Sepuh Genggong melewati desa Karanganyar untuk mendatangi sebuah pengajian, beliau berkata “Di masa yang akan datang, seandainya jika ada kiai atau ulama yang berniat untuk mendirikan Pondok Pesantren di desa ini (Desa Karanganyar) maka pondok pesantrem tersebut insyaallah kelak akan menjadi pondok pesantren yang besar, santri-santrinyapun akan melebihi santri saya”.
Http://www.nuruljadid.net/

PONDOK PESANTREN AL-AQOBAH JOMBANG

  • Pendidikan Formal Dengan sistem Full Day School, pada pendidikan formal dikonsentrasikan untuk menuntaskan target ketercapaian kurikulum formal (kurikulum nasional dan takhasus). Kompetensi unggulan untuk sekolah SMP-SMA Islam Terpadu siswa diharapkan ahli sains atau IPA yang berwawasan global dan berkepribadian Islami. Dan Kompetensi unggulan untuk MTs dan Aliyah Terpadu siswa diharapkan ahli agama yang berwawasan global dengan kepribadian Islami. Paket pendidikan tersebut diharapkan berkelanjutan dalam masa 6 tahun
  • Pendidikan Pesantren
    Diluar jam sekolah bagi siswa yang bertempat tinggal di pesantren Al-Aqobah, diberikan pendidikan dan pembinaan dan pengawasan sepanjang waktu dengan konsentrasi pembelajaran keilmuan agama melalui Madrasah Tahasus Diniyah (Kelas Ula, Wustho dan Ulya) serta pembinaan ubudiyah, bahasa asing, kepribadian dan kemasyarakatan.
    www.aqobah.wordpress.com
Baca juga :
Rakyat Indonesia harus Tau !! Indonesia Utang 4.234 Triliun , Jembatan Masih Gini !! Ngeri ...  
 

Sunday, January 31, 2016

Tata Cara Taubat Yang Benar , Cara Jitu Melunturkan Dosa

 
 
tobat dan istighfar
 
1Doyannonton - Apakah Dosa itu dan bagaimana cara menghilangkannya. Umat Kristen dengan doktrin penebusan dosanya meyakini bahwa dosa manusia sudah ditebus oleh darah Yesus di tiang salib. Manusia terlalu kotor dan tidak mampu menghilangkannya dengan kekuatan sendiri, hanya Yesuslah yang bisa menebus segala kesalahan. Tetapi Islam tidak mengajarkan konsep penebusan dosa tersebut tetapi Islam mengajarkan dosa bisa dihilangkan dengan tobat. Allah menciptakan manusia tidak hanya diberikan segala kemampuan jasmaniah melainkan telah dilengkapi juga kekuatan rohaniah, termasuk ketika dia berdosa manusia sebenarnya telah diberi kemampuan untuk bangkit, dengan bertobat dan menebusnya dengan kebaikan yang lebih banyak. 
Hakikat dosa bukanlah bahwa Allah menciptakan dosa lalu kemudian sesudah ribuan tahun baru terpikir oleh-Nya untuk pengampunan dosa, tidak; tetapi sebagaimana lalat memiliki dua sayap, di satu sayapnya terdapat penawar dan di sebelahnya terdapat racun, demikian pula pada manusia ada dua 'sayap' satu sayap maksiat dan yang satu lagi sayap penyesalan. 
Tobat merupakan bukti perasaan menyesal. Ini sudah merupakan kaidah umum bahwa jika seseorang memukul orang lain maka sesudahnya ia akan menyesal dan merasa bersalah, seolah-olah kedua sayapnya mengepak secara bersamaan, yaitu ketika racun beraksi terdapat pula antidotnya. Kini pertanyaannya adalah mengapa dosa itu dibuat, mengapa manusia tidak diciptakan saja menjadi suci semua tanpa cela sebagaimana pikiran orang-orang Kristen. Jawabannya adalah kendatipun ia racun namun karena terdapat sifat mematahkan di dalamnya, maka ia memiliki fungsi sebagai penawar. Racun juga apabila sudah melalui sebuah proses maka itu akan berfungsi sebagai obat. Dari racun-racun seperti itu banyak sekali diramu menjadi obat-obatan. Dari suatu kesalahan seorang dapat belajar sehingga menjadi insan yang lebih kuat, yang lebih awas. 
Jika tidak ada dosa maka akan muncul racun yang lain, yaitu racun keangkuhan yang dengan itu akan menghancurkan manusia. Jadi tobat akan berfungsi menghilangkannya. Tobat akan menghindarkan manusia dari bahaya takabur dan ujub. 

Bertobat Dengan Memperbanyak Istighfar

Sebagai seorang mukmin mestilah kita memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah. Jika satu sayap sudah mengepak, artinya kita telah diperingatkan untuk kembali kepada Allah meminta ampun, dan selanjutnya memperbaiki kesalahan dengan tidak mengulanginya dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan yang baru. Jika junjungan kita yang Mulia Nabi Muhammad saw saja masih beristighfar setidaknya 70 kali sehari, maka apalagi kita yang seharusnya melakukan lebih banyak lagi. Tobat itu tidak berarti hanya berlaku kepada orang yang pada saat itu melakukan dosa, tetapi tobat juga belaku untuk setiap kondisi sebagai penghadang dari potensi dosa yang bisa saja terjadi kemudian hari. Ia akan menjadi pelindung, yaitu kita yang mengenali dosa itu sebagai dosa maka ia akan lebih berhati-hati untuk menjauhi dosa tersebut. 
Jika kita dengan kesungguhan hati menangis memohon ampunan kepada Allah, maka Allah dengan sifat Ghofurnya akan memaafkan kita. Seseorang yang terus beristighfar maka hatinya akan melihat dosa itu sebagai suatu hal yang jijik dan ia tidak ingin mendekatinya. 
Secara alami umat Islam telah tertanam rasa jijik akan daging babi, padahal ribuan perbuatan lainnya yang kotor tetap saja dilakukan. Jadi hikmahnya adalah Allah telah meletakkan contoh rasa jijik dan rasa tidak suka kepada daging babi, maka rasa itu jugalah yang harus ditumbuhkan kepada setiap perbuatan dosa. Dan hal itu bisa dilakukan dengan tobat dan memperbanyak istighfar. 
Jika dalam diri manusia telah tertanam rasa benci pada dosa dan kemudia mengayunkan langkahnya kepada perbaikan diri, maka lama kelamaan segenap keburukannya akan menjauh. 
Yakinlah bahwa di dalam tobat terdapat buah-buah yang berlimpah. Ini merupakan sumber mata air keberkatan. Pada hakikatnya para wali dan orang-orang saleh adalah mereka yang bertobat dan kemudian mereka terus istiqomah dalam tobatnya. 
Oleh karena itu kita harus tingkatkan tobat kita kita jadikanlah amal kita mendatangkan ridho sang Pemilik kita. Ingatlah bahwa hukuman dari kekeliruan akidah kita akan diputuskan di akhirat nanti, keputusan menjadi orang Hindu atau Kristen atau menjadi orang Islam. Tetapi orang yang aniaya yang bergelimang dosa dan pelanggaran, di dunia ini juga ia akan mendapatkan hukuman.
Sabda Nabi saw berikut kiranya dapat menjadikan kita hamba-hamba yang bertobat dan memperbaiki diri.
"Allah lebih senang kepada orang yang bertobat daripada orang yang haus menemukan air, orang yang mandul lalu punya anak, dan orang yang tersesat lalu menemukan jalan. Dan barangsiapa bertobat kepada Allah dengan tobat yang baik, maka Allah membuat lupa dua malaikat yang mengawasi amal tersebut (Rakid dan Atid), seluruh anggota badannya, dan tempat dalam tanah (kubur) terhadap kesalahan-kesalahan orang yang tobat dan dosa-dosanya." (HR Ibnu Abbas)
Semoga Allah menerima tobat kita. 

Kunjungi Sumbernya : http://1artikelislam.blogspot.co.id/2015/03/cara-menghilangkan-dosa-tobat-istighfar.html

ARTI CINTA DALAM ISLAM

https://i.ytimg.com/vi/q-_m9z3WMt4/maxresdefault.jpg

 Re- Post By :
Ahmad Fikri Nabil
Bogor - West Java


Kunjungi Sumbernya :http://akuislam.com/blog/renungan/cinta-dalam-islam/
Bercinta dan perasaan cinta mungkin sesuatu yang sukar dielakkan pada zaman ini. Dengan kemudahan teknologi perhubungan, hampir mustahil pemuda dizaman ini tidak bercinta, walaupun sekurang – kurangnya hanya dengan ber-sms.
Kali ini tajuk yang ingin dibincangkan adalah mengenai cinta di dalam Islam. Adakah kita, kaum muda memahami cinta yang dianjurkan di dalam Islam?

Cinta Dalam Islam

Cinta harus diungkapkan dengan baik dan benar sesuai dengan ukurannya. Jika tidak, boleh merosakan.
Aturan cinta dan kasih sayang ini perlu dipelihara, sehingga boleh terpelihara dan keindahannya selalu terjaga serta menjadi benteng yang kukuh.
Contohnya, lihat pada pasangan suami-isteri. Cinta dan kasih sayang boleh menjadi benteng yang sangat kuat untuk menghadapi cubaan dan ujian dari Allah.
Bila kita mampu menjaga kehadiran rasa sayang dan cinta, kita akan memiliki perlindungan yang terbaik untuk menghadapi tentangan besar dan badai kehidupan.
Namun, seringkali manusia tidak mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik sebuah cubaan dan ujian. Lebih lagi apabila seorang manusia telah menggunakan egonya.
Biasanya mereka akan kalah dan cenderung mempesoalkan tentang ujian dan cubaan yang menimpanya.
Contohnya ketika seseorang meluahkan perasaannya kepada orang yang disukainya. Kemudian mereka yakin bahawa hubungan mereka akan berjaya ke jinjang pelamin.
Namun, mereka putus di tengah jalan.
Fenomena ini biasa terjadi dalam masyarakat, tetapi kita seringkali sukar menghadapinya. Bila tidak berhati-hati, boleh menyebabkan kekecewaan dan mempengaruhi hingga ke sendi-sendi kehidupan seseorang.
Sering kalahnya manusia dalam ujian percintaan merupakan kes yang biasa mendera kaum muda.
Padahal, generasi muda sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai agen perubahan. Sangat sayang apabila mereka  hilang dalam perjuangan zaman, hanya kerana urusan cinta dan kasih sayang.
Kegagalan menjaga rasa cinta. Mereka hanya tidak mampu menguruskan fitrah yang sangat mendasar ketika menghadapi ujian kehidupan.
Ketika kaum muda putus cinta, seolah-olah putus segala harapan untuk  mendapatkan kasih sayang dari jantina berlawanan. Padahal tidak. Kesempatan mereka untuk mendapatkan kasih sayang dalam koridor yang sebenar masih terbuka lebar.
Meskipun begitu, sebaiknya kita mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Allah. Cinta dan kasih sayang tertinggi dan terbaik dibandingkan cinta dan kasih sayang dari manapun.
Kita  seharusnya selalu berprasangka positif terhadap Allah. Sehingga mampu menjadikan kita menerima kenyataan apabila ungkapan cinta dan kasih sayang terhadap sesama kita terputus di tengah jalan.
Kita juga jangan sampai kehilangan pegangan hidup, iaitu Islam. Bagaimana pun, sesuatu yang kita peroleh adalah hasil terbaik yang diberikan Allah.
Meskipun pada awalnya kita tidak memahami dan merasa sakit, tetapi apabila kita percaya bahawa hal tersebut merupakan yang terbaik, kita akan ikhlas menerimanya.
Bagaimana memelihara dan mengelola perasaan cinta dan kasih sayang yang baik terhadap pasangan?
Biasanya, sebelum berumah tangga, para pemuda & pemudi selalu mendesak dan seakan terdesak untuk segera menikah. Tetapi, setelah berumah tangga, akan terasa hambar kerana semuanya sudah diketahui dan terbuka.
Impian yang pernah dicita-citakan sebelum bernikah dahulu, seringkali kandas dalam pertikaian, kekerasan dalam rumah tangga, dan penceraian.
Dalam hal ini, ada kegagalan dalam menjaga cinta dan kasih sayang.

Bagaimana Rasulullah mengajar cinta dalam Islam?

Rasul sendiri selalu memberikan kehangatan kepada isteri-isterinya, terutama Aisyah. Beliau selalu bermain serta memuji Aisyah. Sederhana dan mudah dipraktikkan untuk memelihara kehangatan.
Contohnya dengan mengamalkan untuk mencium isteri 3 kali dalam sehari. Tidak perlu sembunyi-sembunyi. Kalau boleh, dihadapan anak-anak agar mereka boleh melihat ibubapanya yang bahagia.
Rasul juga selalu mencontohkan untuk menyampaikan kata-kata yang baik kepada isteri setiap hari seperti, Kamu cantik sekali hari ini.
Rasul mencontohkannya dengan selalu memanggil Aisyah dengan jolokan si “pipi merah”.
Ekspresi seperti ini, walaupun nampak mengada-ngada, tetapi ia merupakan doa yang terungkap dari dalam hati.
Tidak perlu membelikan alat-alat kecantikan yang mahal agar isteri menjadi semakin cantik dari hari ke hari. Cukup dengan memujinya setiap hari, maka isteri akan kelihatan lebih cantik, meskipun semakin tua dari hari ke hari.
Kerana kecantikan isteri ada di dalam hatinya.
Amalan baik ini akan selalu dilihat oleh Allah. Allah berjanji apabila ada hambanya yang melakukan kebaikan dengan berusaha memelihara kasih sayang dan menjaga cinta sebagai seorang suami kerana Allah, Allah akan semakin mendekatinya.
Bila hambanya mendekati dengan berjalan, Allah akan menjemputnya dengan berlari. Janji ini sepatutnya dijadikan motivasi bagi kita untuk selalu menjaga keluarga kita sebaik-baiknya.
“jangan menghabiskan cinta dan kasih sayang pada masa sebelum menikah.Masih ada perjalanan panjang dalam rumah tangga nanti”.

Kisah Ketulusan Seorang Suami Kepada Istrinya


Re- Post By :
Ahmad Fikri Nabil
Bogor - West Java


Kunjungi Sumbernya :http://www.lampuislam.org/2014/09/kisah-ketulusan-seorang-suami-kepada.html
Empat tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. “Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri?” kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.

Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. “Mohon bersabar pak,” kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. “Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil.”
“Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepadanya Dok”

“Maksud Anda?”

“Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul”

“Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah”

Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.
Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.
“Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan ‘kasihan yang wanita shalihah itu. Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul.’ Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya,” kata wanita itu kepada suaminya.
Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya. “Ini ujian dari Allah sayang… Kita perlu bersabar…”
Mendengar nasihat tersebut, emosi istri sedikit mereda. “Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku.”
Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal. “Ini semua gara-gara kamu,” kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit, “Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku.”
“Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?” kata wanita itu dengan nada tinggi, esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.

“Ini tugas dinas, Sayang. Dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu”
Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.
“Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri,” mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.
Dengan izin Allah, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.
Kini sang suami telah menjadi seorang panitera di pengadilan Jeddah, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3-nya. Ia juga telah hafal Qur’an dengan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari ‘Ashim.
Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.
Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata yang mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yang tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yang ia temui. Ia kesal dengan suaminya yang pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.
Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.

Sumber: keluargacinta.com

Kisah Mahasiswi yang Meninggal Setelah Berzina


Re- Post By :

Ahmad Fikri Nabil 
Bogor - West Java

Kunjungi Sumbernya : http://www.lampuislam.org/2013/08/kisah-mahasiswi-yang-meninggal-setelah.html
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ratna (nama samaran) (22) mati dibunuh kekasih haramnya sendiri. Mayat Ratna ditemukan warga dalam karung plastik besar di tepi Sungai Cisadane, Rumpin, Bogor pada Ahad 11 Agustus lalu.
 
Bambang (nama samaran) (25) adalah eksekutornya. Dia menjalin hubungan asmara dengan mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) semester 4 pada tahun 2010 namun, beberapa bulan kemudian hubungan keduanya kandas. Lalu mereka kembali berpacaran saat bulan puasa kemarin.

Menurut pengakuan Bambang , sebelum pembunuhan itu terjadi mereka berzina terlebih dahulu. Seusai melakukan perbuatan yang sangat hina di mata agama ini, Ratna meminjam Hand Phone pacarnya tersebut dan menghapus nomor kontak ponselnya. Bambang pun marah. Terjadilah pertengkaran keduanya. Pertengkaran semakin panas sehingga Bambang memutuskan hubungannya.

Ratna pun mengancam akan menyebarluaskan bahwa mereka telah berhubungan intim, melalui media jejaring sosial facebook. Hingga pada akhirnya, Bambang membunuh Ratna.

Lalu Bambang membenamkan wajah Ratna ke tanah. Setelah melihat Ratna terkapar lemas di tanah, Bambang kemudian menjerat leher Ratna dengan kerudung yang dikenakan mahasiswi itu. Bambang kemudian membungkus Ratna ke dalam karung dan membuangnya di pinggiran Sungai Cisadane.

Ringkasnya, Ratna meninggal setelah melakukan zina bersama pasangan haramnya. Padahal ancaman siksa atas pelaku zina sangatlah berat. Bahkan, jika tegak hukum Islam si pezina yang belum pernah menikah dicambuk di depan umum sebanyak 100 kali, lalu diasingkan selama satu tahun.

Di alam kubur, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengabarkan siksa ngeri bagi pelaku zina dalam mimpinya. Yakni, pezina laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang ditaruh pada sebuah tungku api yang sangat besar, bagian bawahnya sangat luas sementara bagian atasnya lebih sempit. Di bawah tungku tersebut dinyalakan api yang menyala-nyala. Terdengar dari dalamnya kegaduhan dan suara teriakan yang mengerikan. Jika api itu menyala maka terangkatlah mereka sehingga hamper-hampir terlempar ke luar. Mereka menjerit sejadi-jadinya. Namun jika apinya mengecil maka mereka kembali turun. Dan siksa tersebut akan berulang-ulang mereka rasakan sehingga terjadinya kiamat. (HR. Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub)

Dan setelah terjadinya kiamat, siksa yang lebih berat dan keras telah menanti mereka.

Kerasnya ancaman hukuman bagi pezina tak lepas dari beratnya perbuatan zina dalam pandangan Islam. Bahkan sebagian hadits mengindikasikan hilangnya iman dari diri pezina saat ia berzina.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Seorang pezina yang akan berzina tak akan jadi berzina ketika dalam keadaan beriman. Seorang pencuri yang akan mencuri tak akan jadi mencuri ketika dalam keadaan beriman. Seorang peminum khamar yang akan meminum khamar tak akan jadi meminumnya ketika dia dalam keadaan beriman.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Lafadz milik Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah berkata, “Para ulama berbeda pendapat mengenai hadits di atas. Namun makna yang benar adalah perbuatan maksiat di atas tidak akan dilakukan, jika orang itu memiliki keimanan yang sempurna. Pengertian ini diambil dari lafadz-lafadz yang diungkapkan untuk penafian sesuatu dan yang dimaksudkan adalah penafian sebagaimana adanya.”

Dalam Shahih Bukhari, setelah beliau meriwayatkan hadis ini, Ikrimah berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Bagaimana tercabutnya keimanan dari orang itu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Seperti ini.” Ibnu Abbas menjalin jari-jarinya dan melepaskankan jalinan jari-jarinya. Ibnu Abbas kembali menjelaskan, “Jika dia bertaubat, maka jari-jari ini akan kembali terjalin." Demikianlah, Ibnu Abbas kembali memperlihatkan jari-jarinya yang terjalin.

Dalam hadits lainnya, Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Jika seorang hamba berzina, maka iman akan keluar darinya, maka dia seperti payung yang berada di atas kepalanya. Jika dia meninggalkan perbuatan zina itu, maka keimanan itu akan kembali kepada dirinya.” (HR. At Tirmizi danAbu Dawud)

Karenanya, bagi saudaraku muslimin dan muslimat janganlah dekati perbuatan zina. Sesungguhnya Allah sangat murka kepada perbuatan tersebut, memperingatkan dari segala sesuatu yang menghantarkan kepadanya, dan mengancam dengan kehinaan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat.

Semoga Allah menguatkan kita selalu dan menjauhkan dari segala sebab keburukan iman. Aamin ya Robbal alamin.

Wallahu A’lam.
 
Sumber: Strawberry
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Tips & Trik Terbaru !!