1.Batman & Robin (1997)
film 'Batman and Robin' yang dibintangi aktor, George Clooney.dan Status
Clooney sebagai aktor kelas Oscar ternyata tak membuat 'Batman and
Robin' jadi berkelas.
Film yang terinspirasi dari komik petualangan manusia kelelawar, Batman,
ini dirilis pada 1997. Film ini juga dibintangi aktor, arnold
schwarzenegger ,Chris O'Donnell dan aktris, Uma Thurman.
Uang US$ 140 juta dihabiskan untuk membuat film ini, namun hasilnya
bukan pujian, melainkan cercaan. Film ini disalahkan karena nyaris
mematikan daya tarik waralaba film Batman yang melegenda.
Para peserta jajak pendapat di Empire US juga mencela kostum Batman yang
dikenakan Clooney dan kostum pemeran lain yang begitu ketat.
Kostum itu dianggap terlalu menonjolkan anatomi. Terlalu seksi.liat aja
lekuk-lekuknyanya tubuh batman malah kayak kostumnya inul daratista gan.
Haddeehh..
Tak kalah memprihatinkan adalah skripnya yang dianggap
berlebihan.penambahan superhero baru si batgirl yg terkesan dipaksakan
keberadaannya semakin menambah buruknya film tersebut.
dan saking buruknya, Warner Bros sampai tidak mau lagi meneruskan film
ini. Filmnya terlihat seperti dunia mainan super norak berwarna-warni
yang terlihat mahal sekaligus murahan.
2. Battlefield Earth (2000)
Jika berbicara tentang film yang memiliki kualitas yang buruk,
Battlefield Earth seakan-akan sudah menjadi 'Icon' untuk film-film buruk
setelahnya. saking buruknya Battlefield Earth ini, saat perilisan
perdananya pada 12 Mei 2000, film ini langsung di cap buruk oleh para
kritikus film.
bahkan Roger Ebert dari Chicago Sun-Times mengibaratkan menonton
Battlefield Earth seperti menaiki bis yang penuh dengan orang-orang yang
tidak pernah mandi. Film ini juga mengalami Box Office Bomb, hanya
mendapatkan 29 Juta dollar dari anggaran produksinya yang sebanyak 73
juta dollar.
saat ajang Golden Raspberry Award (penghargaan untuk film yang
dianggap buruk), Battlefield Earth mampu mengalahkan rekor yang dipegang
oleh Showgirls dengan mendapat total delapan nominasi dan menang tujuh
diantaranya Film terburuk, Sutradara terburuk, Naskah terburuk, Aktor
terburuk.
Battlefield Earth memang sangat pantas di mahkotai sebagai film terburuk
sepanjang sejarah. baik dari segi produksinya, penyutradaraannya,
hingga hasil Box Office nya betul-betul gagal total.
Salah satu yang paling banyak dikritik dari Battlefield Earth adalah
dari segi cinematography nya. Alasan cinematographer Giles Nuttgens
mengaku menggunakan sisi kamera yang berlebihan dan miring dalam
Battlefield Earth adalah untuk membuat film ini terlihat 'Mahal'. karena
Battlefield Earth adalah film termurah yang pernah dia kerjakan. film
rata-rata Nuttgens adalah diatas 50 Juta dollar.
Juga tidak dilupakan akting para pemain yang sama mengerikan dengan cinematography nya.
Jika cinematography dan aktingnya yang sudah sedemikian buruk, datanglah
naskah dan dialog-dialog yang terkesan bodoh dan tidak berguna.
Jika melihat tampilan efek visualnya, para penonton mungkin berfikir
kalau mereka sedang menonton sebuah film TV yang diputar di Bioskop.
sangat buruknya efek visual dalam film ini, hingga Roger Christian
(sutradara) memilih malam hari untuk adegan pertempuran manusia dengan
Psychlos, guna menyembunyikan efek visualnya yang buruk dalam kegelapan.
dan yang lebih parah di situs IMDb dengan skor 2.4/10 dan berhasil masuk kedalam List ''100 Film terburuk IMDb''.
Sungguh disayangkan ya gan.popularitas aktor sekelas john travolta ternyata tak mammpu mendongkrak film tersebut.
3. Final Fantasy: The Spirits Within (2001)
Para gamers sejati mungkin tidak tahu apa yang ada di kepala Square
ketika merilis film ini. Berani membawa nama Final Fantasy, berarti
berani menghadirkan apa yang tergambarkan di semua kepala gamer. Apa
yang gamer pikirkan ketika mendengar nama Final Fantasy? .
pasti sudah terbayangkan Bahamut berukuran besar, theme song, limit
break, dan elemen RPG yang kental. Namun, apa yang gamer dapatkan ketika
film ini dirilis? Sebuah tanda tanya terbesar di dunia.
Tidak ada kaitan sama sekali dengan seri game Final Fantasy, tidak ada sedikit pun.
Sebagai film yang diadaptasi dari seri video game terkenal, Final
Fantasy: The Spirits Within justru gagal membuat para penggemar game-nya
terpesona.
Meski sudah memberikan spesial efek yang bagus, tetap saja alur
cerita yang payah membuat film ini terpaksa dikerek turun dari bioskop
dalam waktu kurang dari sebulan di Amerika Serikat. Selain itu, durasi
film yang terlalu panjaang membuat para penonton memilih untuk memainkan
game aslinya saja daripada harus menonton filmnya yang berbelit-belit.
Kerugian yang 'diraih' film ini mencapai Rp1,14 triliun.
Pesen ane.kalo ente mo nonton film ini gan.mending bawa PS sendiri ke bioskop and mainin sendiri tu game ampe berbusa…..
4.Catwoman (2004)
Ketika Michelle Pfeiffer mencuri perhatian di film Batman Returns,
banyak yang membayangkan apa jadinya jika Catwoman berlaga di filmnya
sendiri? Dan hasilnya diwujudkan dalam Catwoman.
Namun kali ini
dibintangi oleh Halle Berry yang beradu akting dengan Sharon Stone
sebagai tokoh antagonis. Perpaduan yang dinilai sebagai duo terburuk
yang pernah ada di layar lebar.
Bagi sutradaranya sendiri, inilah debut Amerika pertamanya setelah
berjaya di negerinya sendiri, Prancis. Pasca film ini, sang sutradara
bahkan tak pernah lagi terdengar membuat film bioskop.
untuk kasus catwoman yg diperanin oleh Halle berry .kehancuran film ini
terletak pada tokoh protagonisnya yg cantik, gemulai, dan gemar
berdandan superketat sehingga tampak seksi, dan kelihatan sangat mahir
menghajar lawan-lawannya, tp menurut penilaian para kritikus film,
payahnya cara mengalahkan para bandit itu justru menimbulkan tawa
penonton.
Akhirnya film ini pun menerima the razzie award atau penghargaan film2
terburuk untuk kategori gambar terburuk, sutradara terburuk, hingga
skenario terburuk
Halle Berry sendiri mendapat penghargaan aktris terburuk Razzie Awars
pada 2005, usai membintangi 'Catwoman'. Peraih Academy Award di tahun
2002 itu tak lagi terdengar namanya di layar lebar setelah menjadi
catwoman di film yang dirilis pada 2004.
dan film dengan Bujet USD100 juta, yg cuma menghasilkan pemasukan USD40
juta ini suatu contoh bahwa perempuan- perempuan dalam balutan baju
seksi dan jago berkelahi tak selamanya mendatangkan keuntungan.
Halle Berry dan Sharon Stone telah-telah membuktikannya. Cerita,juga
penampilan Halle Berry sebagai Catwoman dan Sharon Stone sebagai
rivalnya,Poison Ivy, sama menyedihkannya hingga membuat film besutan
Pitof ini serasa mematikan bakat-bakat besar yang dimiliki keduanya.
5. DISASTER MOVIE (2008)
Film - Film Terburuk , Terjelek , Terkonyol Sepanjang Masa - yg dirilis
akhir Agustus lalu (2009), Disaster Movie udah langsung menduduki
peringkat satu di daftar film terburuk versi IMDB.
Jason Friedberg dan Aaron Seltzer kayaknya belum juga kapok. Meskipun
film-film parodinya selalu dapet review jelek dari media dan para
kritikus film, tp duo sutradara ini tetap lanjut memproduksi film parodi
lainnya. Bahkan setelah masuk nominasi Razzie Award (penghargaan
setingkat Oscar untuk film-film terburuk) pun, Jason dan Aaron tetap
cuek.
Yup! Dua cowok ini adalah sosok dibalik film-film parodi Hollywood
sepertiScary Movie 1-4, Date Movie, Epic Movie, dan Meet The Spartans.
Setelah Epic Movie.Disaster Movie, yang kena batunya. Film yang dirilis
di Amerika tanggal 29 Agustus lalu itu langsung menduduki posisi 1 di
IMDB Bottom 100, yaitu daftar film dengan rating terburuk berdasarkan
review dan pilihan pembaca situs film terbesar di dunia itu.
sempat jadi nominasi Razzie Awards untuk Worst Screenplay, kali ini giliran film terbaru mereka,
Disaster Movie berhasil menggeser The Hottie and The Nottie, film yang
dibintangi oleh Paris Hilton yang sempat menduduki posisi 1 di daftar
ini sejak awal 2008.
Saat ini The Hottie and The Nottie menempati urutan ke-14. Secara
keseluruhan, cuma ada 2 film baru keluaran 2008 yang masuk ke daftar ini
selain Disaster Movie dan The Hottie and The Nottie.
Kalo menurut ane sih.okelah macam awal awalnya film parody scary movie
emang lucu banget.tapi makin kesini makin gak jelas aja. Misal kayak
Disaster movie.kale ente nonton,pastinya bukannya ketawa lagi.tapi dah
enek and muak liat filmnya. Plesetan2 superhero yg gak jelas..makin
menambah hancurnya film ini.
6. Speed Racer (2008)
Wachowski Bersaudara mengeluarkan dana yang sangar besar untuk film live
action adaptasi kartun Jepang ini, dan ternyata mereka tak mendapatkan
keuntungan yang sebanding.
Justru Kritikus menyorot hampir semua aspek dalam film, mulai dari
penggunaan CGI yang berlebihan, soundtrack yang buruk, hingga adegan
mengemudi yang tak penting.
Jadi dalam aspek visualisasi sungguh gak jelas arah filmnya.film ini
sebenernya animasi,nyata ato kartun.daripada nonton ni film.mending
nonton versi asli kartunnya ajah...
dan Film inipun mengalami kerugian 75,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,10 triliun.
7. The Last Airbender (2010)
Tak ada kata lain untuk memberi komentar film ini selain kegagalan
total. Sebuah pencapaian yang sangat sangat menyedihkan untuk sineas
sekelas Shyamalan yang pernah memproduksi film-film berkualitas macam,
The Sixth Sense dan Signs.
Semua aspek dalam film ini sangatlah menyedihkan. Shyamalan yang juga
menulis naskahnya tidak mampu mentranformasikan seri animasinya ke layar
lebar.
Seri animasinya yang memiliki kisah sederhana dan jelas justru dibuat
membingungkan dan serba tergesa-gesa. Alur plotnya yang sangat lemah
disempurnakan oleh dialog-dialog buruk, seperti laiknya ditulis penulis
naskah amatir.
Melihat akting para pemain yang menyedihkan plus dialog-dialog buruk
membuat seringkali penulis tertawa kecil seperti menonton suguhan teater
yang dilakonkan anak-anak SD.
Kegagalan The Last Air Bender membuktikan memang tidak mudah
mentranformasi film animasi ke film live action. Dragon Evolution tahun
lalu juga bernasib sama.
Apa artinya setting yang megah serta efek visual yang mahal jika tidak
didukung cerita yang layak, semuanya jadi tampak serba artifisial.
Dalam konteks pencapaian bahasa film untuk sineas sekelas Shyamalan
serta bujet produksi sebesar ini, film ini bisa dibilang adalah film
terburuk yang pernah diproduksi Hollywood sejauh ini. We can say goodbye
to Mr. Shyamalan…
8. Sucker Punch (2011)
Film ini bercerita tentang seorang gadis muda yang disia-siakan oleh
ayah tirinya. Kegagalan film ini terletak pada gaya penceritaan. Sang
sutradara, Zack Snyders, sangat terobsesi dengan pengambilan gambar
slow-motion. Pada cuplikan film, teknik slow-motion terlihat begitu
mengesankan. Tapi, pada film, cara ini membuat penonton langsung bosan.
Alhasil Ketika Sucker Punch rilis bulan Maret lalu di Amerika, di luar
dugaan ternyata banyak yang kurang suka dengan film ini dan mendapat
respon yang negatif, khususnya dari para kritikus.
Perolehan di tangga box office-nya pun jeblok. Padahal mengingat materi
yang dibeberkan melalui trailer-nya, apa yang menjadi sajian dalam
Sucker Punch sangatlah menjanjikan.
Premisnya cukup simpel – lima
jagoan wanita yang siap menghajar musuh-musuhnya dengan gaya penuturan
ala 300 dan Watchmen.tp kenyataan filmnya sungguh menyesakkan dada bagi
penontonnya.
Selain itu, dari segi pengeksekusian cerita memang rentan cercaan.
Banyak yang mengkritik perkembangan karakter di sini yang terasa
dangkal. Belum lagi bagaimana Snyder mengakhiri film ini dengan ending
anti klimaks yang terkesan membohongi penonton dan menambah poin untuk
semakin tidak menyukai film ini.
Tidak adanya batasan antara realita dan fantasi pun membuat hampir keseluruhan ceritanya terasa absurd.
dan Film tersebut sudah menghabiskan dana $82 Juta.namun hanya memperoleh pendapatan kotor $89 Juta.
Padahal kalo dipikir ni film banyak dihiasi aktris2 cantik yg
superheroik.mending sekalian aja dibikin film action superhero ato
action thriler.malah lebih jelas arahnya and lebih keren. Ketimbang
serba gak jelas antara dancing ato action ato…entahlah…
sunguh pendapatan yg sedikit untuk film dengan visual effect yg keren.
9. John Carter (2012)
Disney hampir selalu sukses dalam membuat setiap film. Akan tetapi,
musibah mengejutkan menimpa raksasa perfilman Hollywood tersebut
beberapa tahun lalu, saat film JOHN CARTER garapan Andrew Stanton rugi
besar saat dirilis.
Film aksi fiksi ilmiah JOHN CARTER gagal total di mata kritikus dan
penonton. Film tersebut hanya berhasil meraup USD 210 juta dari
peredarannya di seluruh dunia. Jumlah tersebut jauh di bawah biaya
pembuatannya yang mencapai USD 250 juta.
Tampaknya sudah ditakdirkan gagal dari awal, dengan anggaran membengkak
selama syuting, “John Carter” adalah bencana yang sempurna. Awalnya film
yg berjudul “John Carter Of Mars”, Disney merasakan bahwa penonton
mungkin tertukar dengan film mereka yg juga mengalami kegagalan tahun
lalu, “Mars Needs Moms”.
Perubahan nama ini ternyata tidak menghasilkan apa-apa.
Sebuah anggaran iklan besar-besaran yang dibandingkan dengan film
“Avatar” dan “Star Wars” hanya membuat kegagalannya semakin buruk.
“John Carter” sangat buruk, Disney terpaksa merilis sebuah pernyataan
yang mengatakan "kami memperkirakan film ini menghasilkan kerugian
operasional sekitar 200 juta dolar Amerika (sekitar Rp1,9 triliun)."
John Carter sendiri adalah film petualan fiksi yang diproduksi oleh
Disney bersama Illuminationa Entertainment. Film ini dibuat dengan
budget besar yang mencapai $250 juta, lalu dipublikasikan dengan sangat
baik melalui jaringan Walt Disney yang sangat besar. Sayangnya film
‘John Carter’ dianggap sebagai salah satu produk gagal total oleh
Disney.
Meskipun memiliki fans fanatik sendiri, tetap saja, John Carter tak
mampu naik ke puncak box office, meskipun ia ditayangkan di bulan-bulan
dimana tak banyak pesaing. Bahkan untuk menyaingi film animasi The Lorax
saja, ‘John Carter’ sudah tak sanggup.
bagi ente2 para fans yang menyukai film John Carter dan mengharapkan
akan ada sekuelnya, kayaknya ente semua harus ‘mengubur’ hrapan tersebut
jauh-jauh deh. Karena jika film pertama gagal, otomatis sekuelnya tentu
saja mustahil akan dibuat karena Disney pastinya tidak ingin jatuh di
lubang yang sama dua kali.
10. Dredd (2012)
Film yang dibintangi Karl Urban sebagai penegak keadilan, “Dredd”, gagal
di Amerika Serikat. Meskipun dibuat 10 kali lebih baik dari
pendahulunya,
Film itu sendiri terhitung gagal baik secara pendapatan maupun kualitas.
dengan bujet (uniknya) setengah dari versi 1995. Kali ini adalah Karl Urban yang mengemban tugas menjadi sosok Judge Dredd.
Urban sendiri menjanjikan sosok Dredd yang lebih setia dengan versi komiknya.
Apalagi adanya tudingan bahwa film ini menjiplak film the raid.saat
trailer-nya di launching .ternyata membuat banyak orang mengatakan bahwa
trailer dan ceritanya sangat mirip dengan The Raid,yaitu menampilkan
sebuah serbuan kedalam gedung tinggi yang dikuasai oleh sosok kriminal
berbahaya.
Tapi toh tudingan penjiplakan tersebut terbantahkan dengan fakta bahwa
proses produksi Dredd sudah selesai sebelum The Raid memulai syuting,
hanya saja film garapan Gareth Evans tersebut lebih dulu rilis.
film ini mengalami kerugian: $45 juta (sekitar Rp430 miliar).yakni
mendapatkan $85 juta (sekitar Rp820 miliar) lebih sedikit dari versi
1995 yang dibintangi Sylvester Stallone.
“Dredd” seharusnya berhasil
karena adaptasi dari buku komiknya yang bagus dan karena akting Karl
Urban. Sayangnya, kegagalan “Dredd” mengakhiri cerita karakter itu di
layar lebar, mengecewakan penggemar setia yang ingin melihatnya.
its impossible to make a better remake..
11. Battleship (2012)
Tahun 2012 mungkin tahun yg paling sial bagi Taylor Kitsch.bagaimana
tidak.ia membintangi 2 film besar macam John Carter dan Battleship yg
justru gagal total di pasaran.
film yang diangkat berdasarkan permainan papan plastik, kalo dibilang sih semuanya berjalan persis seperti yang diperkirakan .
dengan judul yang sama, Film ini mengisahkan tentang invasi alien secara
besar-besaran ke planet Bumi. Para tentara Amerika Serikat pun berusaha
melawan serbuan makhluk luar angkasa yang dimulai dari laut itu.
tapi nyatanya setelah resmi dirilis .justru malah hasil buruk yg diperoleh jauh di luar dugaan.
Sutradara BATTLESHIP, Peter Berg juga mengungkap alasan kegagalan film
fiksi ilmiah garapannya tersebut di pasaran. Sutradara yang juga
menggarap HANCOCK (2008) ini menuding faktor utama kegagalan filmnya
adalah menggaet bintang-bintang besar untuk turut bermain di dalam
filmnya.
"Aku merasa telah mengerti sesuatu tentang apa yang diperlukan untuk
membuat film blockbuster. Rasanya aku terbayang sukses besar HANCOCK
bersama Willis. Aku rasa aku harusnya menggarap BATTLESHIP tanpa bintang
besar," ujar sang sutradara.
BATTLESHIP yg jg dibintangi oleh Rihanna, Taylor Kitsch dan Alexander
SkarsgÄrd,dan liam neeson .Keempat nama besar tersebut nyatanya hanya
mampu menghasilkan uang sebanyak USD 300 juta dari total biaya pembuatan
USD 209 juta.
Bahkan penyanyi setenar rihanna yg sengaja digaet pun ,tidak bisa mengangkat film tersebut.
Hasil yang cukup menyedihkan terutama dialami oleh Taylor Kitsch, yang juga membintangi “John Carter” yang gagal di pasaran.
Memang,Film “Battleship” lumayan sukses di luar Amerika Serikat, namun
khalayak Amerika Serikat tampaknya sudah muak melihat si aktor Taylor
Kitsch melawan alien.
Demikian gan daftar 11 film hollywood yg dinyatakan terburuk,gagal dan merugi besar.
Acapkali kita sebagai penonton,kadang lebih mudah mencerca dan mencaci
film film yg dianggap kurang bagus.(ya iyalah penonton kan menang
mbayar…hehehe).
padahal para pembuat film2 tersebut sebenarnya memiliki tujuan dan sudah
memperhitungkan atas film yg mereka buat.tp terkadang selera pasar jg
sangat berpengaruh atas sukses tidaknya film2 tersebut.